harga jagung di tanah karo
secaraserempak di 130 kabupaten Karo, Dairi, Gunungmas, Bengkulu berlokasi di 537 lahanjagung. Panen Selatan, Surnbawat Lampung jagung bersama empat gubernur Timur, Sumbawa, Gorontalo yakni Sumatera Utara, Kalimantam' Utara, Tapi, Kota Baru, Tanah Timur, Sumatera Selatan dan Laut, Konawe Selatan, Muna, guna mamastikan stok jagung,
Bisniscom, KUALA PEMBUANG, Kalteng - Presiden Joko Widodo --Jokowi -- menargetkan Kementerian Pertanian untuk menanam jagung di areal satu juta hektar pada 2017 di seluruh lahan perkebunan sawit. "Ya kita diberi target oleh Presiden Joko Widodo untuk melakukan tanam jagung seluas satu juta hektar di lahan perkebunan sawit," kata Direktur
Tujuanselanjutnya mana lagi kalau bukan pusat wisata di Tanah Karo, yakni Kota Berastagi. sembari menikmati hangatnya jagung rebus atau jagung bakar dan kopi Medan yang hangat. maupun wisma di Berastagi biasanya akan mengalami kenaikan harga. Kamar di losmen misalnya naik 100 persen dari harga normal yang hanya sebesar Rp50 ribu hingga
StrategiPetani Dalam Menghadapi Resiko Harga Komoditas Kol,Sawi Putih Dan Wortel Di Tanah Karo (Studi Kasus: Desa Gurusinga, Kec.Berastagi, Kab. Tanah Karo) 77 DAFTAR PUSTAKA Aak.1993.Teknik Bercocok Tanam Jagung.Yogyakarta: Kanisius Adiyoga, W., R. Sinung-Basuki., dan T.A. Soetiarso. 1999. Menghadapi Risiko Produksi dan Harga Produk
KOMPASCOM/M. Elgana Mubarokah Abah Ajo (64) seorang petani yang berhasil mengajarkan ratusan sarjana jurusan pertanian. Hampir separuh hidupnya didedikasikan di dunia pertanian. Usianya yang sudah renta, Abah Ajo masih saja menanam berbagai jenis komoditi mulai dari Kopi, Kayu Manis, Kacang Tanah hingga Buncis di sebuah lahan milik orang lain di
Polnische Frauen Suchen Deutschen Mann Zum Heiraten.
Karo, - PT BISI Internasional Tbk akhirnya mengganti benih jagung busuk dan berkutu yang menjadi keluhan kalangan petani jagung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara Sumut. "Sebelumnya, ada sebanyak kilogram kg benih jagung varietas Bisi 18 yang rusak, sudah diganti menjadi kg," ujar Deputy Manager PT Bisi International Tbk Area Sumut, Zuan Ari Siagian, Jumat 30/8/2019. Penyerahan bantuan bibit pengganti oleh PT BISI ke petani disaksikan Kepala Dinas Pertanian Tanah Karo, Metehsa Karokaro Purba dan Kepala Seksi Perbenihan Bidang Tanaman Pangan Dinas TPH Provsu, Unedo Koko Nababan, dan petani penerima bantuan juga hadir. Zuan Ari Siagian menyampaikan, penyerahan bantuan secara simbolis benih jagung Bisi 18 pengganti untuk dua kecamatan, yakni Kecamatan Mardinding dan Lau Baleng. Empat kecamatan lainnya, yakni Kuta Buluh, Munthe, Juhar dan Barus Jahe. "Pada kesempatan ini, saya memohon maaf atas terjadinya insiden tidak diinginkan itu. Kita mendorong supaya segera mempercepat proses penggantian benih jagung yang rusak tersebut," kata Zuan Ari Siagian. Kepala Seksi Perbenihan Bidang Tanaman Pangan Dinas TPH Provinsi Sumut, Unedo Koko Nababan, menyampaikan, PT BISI merupakan penyedia benih jagung bantuan pemerintah. "Kita melihat bahwa selama ini tingkat keberhasilan bantuan benih jagung di Tanah Karo ini sangat tinggi, sehingga setiap tahun jumlah bantuan akan semakin ditingkatkan," jelasnya. Kepala Dinas Pertanian Tanah Karo, Metehsa Karokaro Purba, yang turut hadir pada kesempatan itu mengharapkan, petani jagung di Tanah Karo bisa memanfaatkan bantuan benih jagung dengan sebaik-baiknya. "Tanah Karo sudah menjadi salah satu sentra penanaman jagung di wilayah Sumatera Utara. Tetap pertahankan predikat itu," tandas Metehsa. Sebelumnya, sejumlah petani jagung di Desa Lau Garut Kecamatan Mardinding, Tanah Karo memprotes benih bantuan pemerintah yang tidak layak pakai tersebut. Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura TPH Provinsi Sumut, M Juwaeni, varietas Bisi 18 merupakan pengadaan benih bantuan pusat yang pendistribusiannya dilakukan pihaknya bersama Dinas Pertanian Tanah Karo. "Bantuan ini khusus untuk program tanaman monokultur dalam upaya peningkatan produksi upaya khusus padi, jagung, kedelai Upsus Pajale, red yang merupakan lanjutan program Kementerian Pertanian di tahun 2019," kata Juwaeni. Sumber Suara Pembaruan Saksikan live streaming program-program BTV di sini
You are here Home / Pertanian / Petani Resah, Harga Jagung di Karo Rp per Kg Setelah harga kentang anjlok kini giliran harga jagung kering di Kabupaten Karo yang tergerus akibat masuknya jagung impor. Saat ini harga jagung di tingkat petani hanya Rp per kg. padahal sebelumnya harga sempat bertengger di angka Rp per kg. Agus Sinulingga, salah seorang petani jagung di Desa Kacaribu, Kecamatan Kabanjahe saat di temui MedanBisnis, Selasa 20/12 di sela-sela panen jagungnya mengatakan, setelah mendengar banyaknya jagung impor beredar pasar lokal harga jagung lokal pun langsung turun. “Kami tidak mengerti apa itu perdagangan bebas yang kami tahu adalah bagaimana harga sayur mayur termasuk jagung ini laku terjual dengan harga menguntungkan, paling tidak balik modal,” ungkap Agus. Sementara Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI Kabupaten Karo Duddy S Utomo kembali mengkeritik kebijakan pemerintah yang tidak pro petani. Di mana setiap ada harga yang menguntungkan petani, di situ pula masuk produk impor seperti kentang yang di datangkan dari Pakistan. “Begitu harga kentang lokal sudah di atas Rp per kg di saat itu pula kentang impor masuk, sehingga hancurlah harga kentang kita di pasaran yang sampai hari ini hanya berkisar per kg,” jelasnya. Duddy kembali mempersalahkan pemerintah, dimana selama ini harga jagung bertahan di atas Rp per kg tapi tiba-tiba turun tak karuan, sehingga membuat petani jagung di beberapa sentral produksi seperti di Kecamatan Tiga Binanga, Kecamatan Lau Baleng, Kecamatan Mardindidng dan Kecamatan Payung resah. “Tak sedikit petani yang mempertanyakan anjloknya harga ini kepada pengurus HKTI baik di kabupaten maupun di tingkat kecamatan,” katanya. Duddy mendukung apa yang sudah dilakukan para pengurus asosiasi jagung melalui anggota DPD RI Parlindungan Purba di Jakarta untuk bisa menghentikan jagung impor tersebut. “Karena jika kita tinjau dari hasil produksi jagung lokal masih mencukupi untuk pasar di Sumatera Utara ini, dan impor itu hanya menguntungkan seseorang saja. Jadi tidak baik untuk dilanjutkan,” ungkapnya. edi sofyan/medanbisnis Reader Interactions
Padi Terdiri dari padi sawah dan padi ladang. Padi sawah adalah padi yang ditanam di lahan sawah. Lahan sawah dalah lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang galengan, saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang dari mana diperolehnya atau status lahan tersebut. Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Hasil Bumi, Iuran Pembangunan Daerah, lahan bengkok, lahan serobotan, lahan rawa yang ditanami padi dan lahan-lahan bukaan baru. Lahan sawah mencakup sawah pengairan, tadah hujan, sawah pasang surut, rembesan, lebak dan lain sebagainya Padi ladang adalah padi yang ditanam di tegal/kebun/ladang atau huma. Palawija terdiri dari jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar. Luas bersih adalah luas sawah secara keseluruhan luas kotor dikurangi dengan luas pematang/galengan dan luas saluran air. Luas panen adalah luasan tanaman yang dipungut hasilnya setelah tanaman tersebut cukup umur. Bentuk Produksi Jenis tanaman yang dilaporkan beserta bentuk produksinya meliputi Jenis tanaman-Bentuk produksi 1. Padi-Gabah Kering Giling 2. Jagung-Pipilan kering 3. Kedelai-Biji kering 4. Kacang tanah-Biji kering 5. Kacang hijau-Biji kering 6. Ubi kayu-Umbi basah 7. Ubi jalar-Umbi basah Sumber data Sumber data yang utama digunakan dalam pengumpulan data tanaman pangan di Indonesia adalah melalui kegiatan Survei Pertanian SP and Survei dan Metode Pengumpulan Data Informasi yang berkaitan dengan luas tanam, luas rusak puso, dan luas panen dikumpulkan melalui Survei Pertanian yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Pertanian. Ada dua jenis kuesioner yang digunakan SP-PADI untuk mengumpulkan informasi tentang luas tanaman padi, dan SP-PALAWIJA untuk mengumpulkan informasi tentang luas tanaman palawija. Informasi ini dikumpulkan bulanan dari setiap kecamatan di Indonesia. Data produktivitas dikumpulkan dari Survei Ubinan yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Pertanian and Koordinator Statistik Kecamatan. Waktu pelaksanaan Survei Ubinan disesuaikan dengan saat panen. Kuesioner yang digunakan untuk Survei Ubinan dinamakan SUB-S. Produksi padi dan palawija adalah hasil kali dari luas panen dan produktivitas.
You are here Home / Archives for PertanianTanah Karo, 27/6 Antarasumut – Sejumlah lahan pertanian tanaman tomat di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, terserang hama sehingga mengakibatkan buah tomat membusuk menjelang dipanen. Beberapa petani di Kabupaten Tanah Karo, Kamis, menyebutkan, serangan hama jenis “rhizoctonia” itu umumnya diawali dengan munculnya bercak berwarna coklat kehitaman pada permukaan kulit tomat dan kemudian melebar hingga membuat buah menjadi busuk. Kondisi tanaman tomat yang sudah terserang hama busuk buah sulit berkembang secara normal, sehingga banyak petani memilih lebih awal memetik buah tomat untuk menghindari serangan hama menjadi lebih parah. “Buah tomat yang terserang penyakit “rhizoctonia” umumnya mengalami retak dan kemudian membusuk,” ucap L. Purba, petani Desa Pancur Batu, Kabupaten Karo. Menurut dia, hama tersebut umumnya muncul di tengah minimnya curah hujan yang mengguyur salah satu sentra produksi pertanian di wilayah itu. Buah tomat yang terserang hama “rhizoctonia” umumnya sengaja dipetik dan dibuang petani dan dibakar di sekitar lahan tersebut karena kelak dianggap dapat menambah tingkat kesuburan tanah. Purba menambahkan, sebagian besar wilayah Karo selama hampir satu bulan terakhir relatif minim diguyur hujan. Diakuinya, serangan hama tersebut turut menjadi pemicu anjloknya harga jual tomat di tingkat petani menjadi turun tajam. “Harga tomat di desa kami saat ini hanya sekitar per kilo gram,” ujarnya. Sementara, harga tomat semula diharapkan oleh kalangan petani di daerah itu bisa mencapai di atas per kg, terkait dengan meningkatnya permintaan pasar menjelang bulan puasa Ramadhan. Ia memperkirakan serangan hama “rhizoctonia” juga terjadi hampir merata di Kabupaten Karo. “Kami tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi serangan “rhizoctonia”, kecuali secepatnya memetik buah tomat yang belum relatif parah terkena serangan hama,” ucap Purba. Sebagaimana diketahui, Kabupaten Tanah Karo selama ini merupakan salah satu sentra produksi tomat terbesar di Sumatera Utara Sumut. Buah tomat yang dipanen petani di daerah itu umumnya dipasarkan ke sejumlah kabupaten/kota di Sumut.TNA Tanaman bawang prei sudah tidak asing bagi masyarakat Desa Jaranguda Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo karena desa ini merupakan salah satu sentra penghasil bawang prei di Sumatera Utara. Pada umumnya, usahatani bawang prei tidaklah menjadi sumber pendapatan utama bagi petani bawang prei di Desa Jaranguda. Sumber pendapatan lainnya adalah usahatani wortel, usahatani tomat, dan tanaman hortikultura lainnya. Walaupun usahatani bawang prei tidaklah menjadi prioritas utama, namun usahatani bawang prei diperkirakan akan memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan keluarga. Bawang prei Allium porum L di luar negeri jenis ini dikenal sebagai leek. Jenis ini tidak berumbi dan daunnya lebih lebar dari jenis bawang merah atau putih. Pelepahnya panjang dan liat, bagian dalam daun pipih. Bawang daun ini bisa tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Pertumbuhan bawang prei menginginkan ketinggian sekitar m dpl. Curah hujan yang tepat sekitar mm/tahun. Suhu udara tempat tumbuh tanaman ini 18-25°C. Tanah dengan pH netral 6,5-7,5 cocok untuk budi daya bawang prei. Jenis tanah yang cocok ialah andosol bekas lahan gunung berapi dan tanah lempung yang mengandung pasir. Bawang daun bisa diperbanyak lewat biji maupun tunas anakan. Umumnya petani kita menggunakan stek tunas. Caranya dengan memisahkan anakan dari induknya. Secara teknis di lapangan, pertanaman bawang prei banyak mengalami kendala dalam budidayanya misalnya masalah pengolahan lahan, pemakaian pupuk serta adanya serangan hama dan penyakit tanaman, Dari hasil kunjungan ke Desa Jaranguda pada tanggal 3 Juli 2012 yang lalu di salah satu lahan petani bawang prei ditemukan adanya pertumbuhan yang abnormal dengan keadaan visual tanaman dan lahan sebagai berikut 1. Sebagian tanaman tumbuh kerdil. 2. Daun tanaman bawang prei tampak layu seperti mengalami kekeringan dan terdapat bercak coklat sepusat. 3. Pada sebagian akar tanaman terdapat warna merah muda. 4. pH tanah rata-rata diukur dengan soil tester yang diambil dari beberapa tempat di lahan pertanaman tersebut adalah 5,2. 5. Petani menggunakan pupuk kimia dalam jumlah banyak dan pupuk kandang yang belum difermentasi. selengkapna banci i downloadndu bas uji labolatorium perei jaranguda Hama lalat buah kembali menyerang tanaman jeruk di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang mengakibatkan produksi jeruk turun drastis sehingga mengakibatkan harga di pasaran melambung tinggi. Walaupun harga tinggi, kalau tidak ada buahnya kan sama saja, kata salah seorang petani. Sebentar lagi adalah waktu panen jeruk di Tanah Karo, sehingga serangan lalap buat ini mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi para petani. Para petani sangat mengharapkan agar pemerintah turun tangan kembali untuk mengatasi serangan lalat buah ini. Pemerintah provinsi dan pusat sudah pernah membantu menganggulangi bencana’ lalat buah ini tetapi hasilnya belum dapat mengatasi serangan lalat buah yang semakin gencar. Harga jual buah dipasaran berkitas antara Rp. – Rp. Jeruk-jeruk di Tanah Karo sudah mengalami penurunan produksi sejak beberapa tahun belakangan ini, untuk itu peremajaan jeruk sudah wajib dilakukan, tetapi kendala yang dihadapi para petani adalah sulitnya mendapatkan bibit tanaman jeruk yang berkualitas. Mari kita tunggu peran serta pemerintah untuk membantu petani jeruk di Tanah Karo. Serangan penyakit hawar daun pada tanaman jagung petani di Kabupaten Karo, Sumatra Utara masih terus terjadi dan sangat merugikan pada saat memasuki masa panen. “Serangan hawar daun khususnya terjadi pada tanaman petani jagung yang menggunakan merek tertentu. Hipajagin Himpunan Petani Jagung Indonesia sudah melihat dan mencoba membantu petani,” kata Ketua Hipajagin Karo TS Brahmana di Medan, Sabtu 26/5. Serangan terbesar penyakit hawar daun itu terjadi pada tanaman jagung di kawasan Kecamatan Tiga Binanga. Sedikitnya 20 persen dari sekitar hektare lahan jagung di 19 desa dan satu kelurahan di Tiga Binanga sudah terserang. Menurut dia, serangan hawar daun pada saat sedang memasuki musim panen di beberapa sentra di Karo tentu saja sangat mengkhawatirkan, mengingat masa panen puncak sudah tidak lama lagi yakni pada akhir Juni atau awal Juli. “Kalau serangan penyakit itu masih terus berlangsung hingga panen raya, sulit dibayangkan bagaimana kecewa dan meruginya petani,” katanya. Apalagi dewasa ini harga jual jagung tidak terlalu menggembirakan dan bahkan bisa turun pada masa panen besar nanti. Harga jagung petani dewasa ini berada di kisaran per kg. Buah asal Tanah Karo Sumut kian terpojok oleh buah impor yang peredarannya membanjiri pasar tradisonal dan modern wilayah itu. Bisnis buah impor ini malah sampai ke pelosok dan pinggiran kota. Indikasinya buah asing ini bukan lagi dominasi pembeli berkantong tebal, tapi juga orang biasa. “Ini yang bikin kita Mate nyonyor. Ada istilah Jjeruk Tanah Karo- nasibmu kini,” kata Tarigan, petani jeruk di Tanah Karo, Senin 19/3/2012, ketika disambangi di kebunnya. Menurutnya, sejak jeruk impor masuk ke hingga pedesaan, jeruk hasil taninya gak laku lagi. Kalau adsa pembeli hanya satu dua orang. “Sisanya busuk. Makanya kita malas memetiknya,” tandasnya bernada prustasi. Di pasar, memang harga jeruk Tanah Karo yang dulu primadona Indonesia, harganya lebih mahal dari jeruk China misalnya. Selisihnya sekitar Rp15000-1800/kg. Sebelumnya berdasarkan data diungkapkan Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan Pemprov Sumut Djaili Azwar, 7 Februari, dalam Sinkronisasi Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Hortikultura Tahun 2012 dan Koordinasi Rancangan Tahun 2013 Wilayah Barat, di Medan, dua tahun terakhir Sumut mengimpor ton buah. citraindonesia Program keseriusan pembangunan ekonomi masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Karo dilakukan melalui pengembangan tanaman dan ternak. Ini merupakan langkah awal Pemkab Karo melaunching visi – misi Bupati terpilih, DR HC Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, dan Wakil Bupati, Terkelin Brahmana, SH. Sebagai tahap pertama dalam program itu bekerjasama dengan pihak perbankan yang akan memberikan pinjaman lunak dan Badan Pertanahan Nasional BPN dalam mkemudahan membuat sertipikat tanah. Ini sebagai anggunan pihak petani ke pihak perbankan dan camat serta para kepala desa menjadi motivator. Hal ini dikatakan Asisten II Drs Simon Sembiring, yang juga ketua tim teknnis dihadapan bupati, wakil bupati, pihak perbankan, stake holder dan ratusan petani, camat, kepala desa, Jumat 3/2 di aula kantor bupati, Kabanjahe. Program awal ini dimulai di sembilai kecamatan, meliputi Kabanjahe, Simpang Empat, Naman Teran, Dolatrayat, Tigapanah, Munte, Barusjahe, Merek dan Merdeka. Menurut Simon, pemohon dari petani ke pihak perbankan sebanyak 134, yang lolos verifikasi 18 peserta, dan 4 diantaranya sudah memenuhi akad kredit dengan pihak perbankan. Bupati Karo DR HC Kena Ukur Karo Jambi Surbakti dalam kata sambutannya mengatakan, dalam membangun pertanian agar pihak pemerintah dan masyarakat tani tidak separuh hati. Selama ini pembangunan pertanian tak ubahnya bagai kiasan, kacamata lemb’ yang berarti, pembohongan dan kepura – puraan. “Rumput – rumput yang kering akan terlihat menghijau dan segar. Sekali pun kawat duri akan terlihat semak-s emak menghijau dan segar, kalau lembu itu dipakaikan kacamata reben. Mungkin kiasan ini ada benarnya dengan kondisi pertanian saat ini di Sumatera Utara dan di Tanah Karo pada khususnya. Wacana pembangunan pertanian begitu menggaung dimana-mana, namuan wujudnya sungguh jauh dari harapan,” tutur bupati. Pembangunan pertanian, misalnya di sektor tanaman hortikultura berkaitan erat dengan peternakan. Sebab, pupuk kandang dari ternak cukup potensial menyuburkan tanaman. Pemerintah memprogramkan, setiap masyarakat yang memiliki anak lembu, sapi atau pun kerbau dari hasil peternakannya akan dibayar Rp 500 ribu per ekor. “Diharapkan dengan motivasi ini, petani dapat memahami begitu penting dan manfaatnya ternak dalam mendukung kesinergisan ini,” ujarnya, didampingi Kadis Pertanian, Agustoni Tarigan SP, Kadis Peternakan, Drg Jenggi Surbakti. Penangkar bibit jeruk siam mandu, Sadrah Sembiring yang dikonfirmasi disela -sela launching tersebut, mengaku positif. Dia menilai, keseriusan pemerintah cenderung tidak didukung masyarakat petani, sehingga program selalu gagal. Misalnya, gerakan secara massal pembasmian lalat buah, menurutnya petani tidak melaksanakan apa yang ditekankan pemerintah. “Pemerintah lakukan pembasmian lalat buah, sementara petani tanpa disadari justru membuat pengembangan. Petani tidak membuang buah – buah jeruk yang busuk dan jatuh di bawah pohon,” ungkapnya. Sadrah mengatakan,, jeruk yang dirusak telah menelurkan ratusan bahkan ribuan bibit hama lalat buah. Menurutnya, anjuran agar buah yang busuk itu ditanam, namun dibiarkan saja oleh petani. epm/j simantab
harga jagung di tanah karo